Cara Setting Remote Desktop di Windows 7

Tutorial Remote Desktop

Untuk bisa mengakses komputer di tempat lain, Windows sudah menyediakan program Remote Desktop Connection. Berikut tutorial cara penggunaan dan setting Remote Desktop.

Untuk merubah setting Remote Desktop di Windows 7 masuk ke Control PanelAll Control Panel ItemsSystem klik Remote Connection.

Lalu pada bagian Remote desktop pilih Allow Connection from computers running any version of Remote Desktop (less secure) supaya komputer bisa diremote oleh semua versi windows (XP, vista, server), jika memilih Allow connection only from computers running Remote desktop with Network Level Authentication (more secure) maka komputer ini hanya bisa diakses dari Windows Vista, 7 dan Windows Server 2008.

Pastikan memilih user account yang memiliki autorisasi untuk dapat melakukan remote desktop dengan mengklik tombol Select User, dan pastikan user account yang anda pilih memiliki password (password jangan sampai kosong)

Setelah komputer yang ingin di-remote selesai disetting, mari kita coba me-remote komputer tersebut dari komputer lain (Windows 7).

Di Windows 7 dan kebanyakan versi Windows lain shortcut Remote Desktop berada di Start menu > All Programs > Accessories > Remote Desktop Connection.

Remote Desktop di Windows 7

Anda akan disajikan kotak isian untuk mengetikkan nama komputer yang ingin anda remote. Masukkan nama komputer / ip addres yang ingin diremote, lalu klik Connect maka kita akan terhubung ke komputer tersebut dan windows akan meminta login user account yang sudah kita daftarkan sebelumnya.

Kita bisa memaksimalkan setting Remote Desktop Connection di Windows sesuai kebutuhan kita, berikut beberapa settingnya:

Login ke Remote Desktop

Di Tab General anda bisa mensetting supaya login dan password anda akan selalu disimpan bila pilihan Always ask for credentials dicentang. Anda bisa juga men-save dan me-restore setting Remote Desktop di tab ini.

pengaturan resolusi layar

Tab Display, memuat pilihan untuk menentukan resolusi layar dan kedalaman warna windows, sementara pilihan Display the connection bar when i use the full screen, sebaiknya dicentang saja.

Setting sound dan printer di remote

Tab Local Resources, disini anda bisa menentukan setting Audio, Keyboard, dan hardware lain seperti Printer dan Clipboard.

Di Remote Audio akan diberi pilihan untuk memainkan audio di komputer remote atau di komputer client, terdapat juga pilihan perekaman suara.

Pilihan keyboard untuk menentukan kombinasi keyboard akan digukanan di komputer remote atau komputer client.

Di bagian Local Devices and Resources kita bisa menentukan apakah device seperti printer, harddisk, ataupun hardware pada komputer client akan dishare dengan remote desktop.

Setting Autorun di Remote desktop connection

Tab Program berguna untuk menjalankan program secara otomatis setelah tersambung ke koneksi Remote Desktop.

Setting koneksi, tema, dan visualisasi di RDP

Tab Experience, menentukan kecepatan jaringan yang kita gunakan, tampilan desktop, font, dan tampilan animasi di “remote desktop”. Terdapat juga pilihan untuk menyambung otomatis bila koneksi terputus (Reconnect if the connection is dropped).

Pengaturan keamanan di Remote Desktop

Tab Advance berfungsi sebagai setting security / keamanan, bila anda yakin dengan keamanan jaringan anda silahkan pilih Connect and dont warn me. Pilihan Connect from anywhere, hanya berfungsi jika remote komputer terhubung dengan domain di Windows Server 2008 dan telah disetting untuk Remote Desktop Gateway.

Berikut tampilan Layar Laptop saat me-remote komputer secara bersamaan Sistem Operasi Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows 7

Tampilan Remote Desktop di Windows 7

Screenshot RDP

Perbedaan hub dan switch

Perbedaan Hub dan Switch

Apa itu Hub dan Switch

Switch ialah sebuah perangkat keras yang memungkinkan terjadinya distribusi packet data antar komputer dalam jaringan dan mampu untuk mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga packet data dapat langsung sampai ke tujuan.

Hub ialah perangkat jaringan yang sederhana. Hub tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi setiap packet data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang ada hingga packet data tersebut sampai ke tujuan. Hal tersebut dapat membuat hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan. (Hub juga sering dikenal dengan nama repeater)

Switch dan Hub sebenarnya memiliki fungsi yang sama, karena dengan menggunakan salah satu diantaranya kita tetap bisa membuat Jaringan Komputer, tapi penggunaan Switch akan lebih cepat daripada Hub apalagi bila jaringan yang kita punya sangat besar.

Perbedaan Hub dan Switch

Perbedaan Hub dan Switch terletak dari bagaimana packet data / informasi yang dikirim kepada mereka diproses. Ketika data masuk atau datang ke Hub, Hub akan mengambil data tersebut dan akan mentransmisikannya ke setiap komputer yang terhubung ke Jaringan.

Tetapi lain halnya dengan Switch, ia akan menerima data tersebut dan hanya akan mengirimkannya ke komputer yang berkepentingan menerima data tersebut.

Penggunaan Switch akan memotong penggunaan bandwith jaringan anda secara signifikan, terutama bila kita memiliki jaringan dengan banyak komputer dan semuanya sibuk untuk mengirim dan menerima data disaat bersamaan. Keunggulan switch yang lain ialah data akan lebih aman dari aksi pencurian data dengan cara sniffer.

Perbedaan antara hub dan switch

Switch : Managed dan Unmanaged

Saat membeli switch kita akan diberi beberapa pilihan tipe, ada tipe yang managedunmanaged, dan smart managed. Selain itu ada juga beberapa switch yang memiliki fitur khusus.

Bila kita memiliki jaringan dengan komputer yang relatif sedikit seperti rumah atau kantor kecil, kita dapat menggunakan Switch dengan fitur Unmanaged. Tipe ini cukup praktis karena kita tidak perlu melakukan konfigurasi untuk penggunaannya dan harganya lebih murah. Cukup hubungkan / colok kabel LAN ke switch, maka komputer akan langsung terhubung ke jaringan.

Gambar Switch

Lain halnya bila kita memiliki jaringan yang cukup besar, kita bisa menggunakan Switch dengan fitur managed. Managed Switch memiliki pilihan setting Admin dimana kita bisa membuat Virtual Lan (VLAN), menyetting kecepatan port, host dan pilihan lainnya.
Biasanya penggunaannya akan membutuhkan Web Browser atau command line dengan interface seperti telnet atau Shell untuk pengaksesan pengaturan Switch.

Sedangkan untuk Switch dengan fitur smart managed, adalah percampuran fitur antara managed dan unmanaged. Fungsinya hampir sama seperti managed tetapi menawarkan penggunaan yang lebih mudah, meskipun fitur ini tidak memiliki fitur sebanyak managed Switch.

Jadi pilih mana membeli Hub atau Switch ?

Dikantor penulis karena memang pirantinya adalah warisan dan dahulu memang jauh lebih murah membeli Hub, maka mayoritas masih menggunakan Hub sebagai penghubung komputer ke jaringan (sering terjadi collisions). Sedangkan penggunaan switch unmanaged hanya digunakan untuk Client Ncomputing saja.

Untuk saat ini popularitas Hub semakin memudar disebabkan harga switch yang semakin murah, serta fakta bahwa Switch menawarkan kinerja yang lebih baik daripada Hub. Maka sebaiknya anda membeli switch daripada membeli hub bila ingin membangun jaringan komputer.

materi referensi: http://en.wikipedia.org/wiki/Network_switch

Cara Setting DNS di Windows 7 dan XP

Gambar InternetDNS (Domain Name System) ialah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer.

Fungsi DNS di Internet adalah untuk mengerjakan pengalamatan dan penjaluran (routing), sehingga saat kita mengetikkan misal : http://www.google.com maka DNS server akan mencarikan alamat IP address dari host yang bersangkutan.

Alamat DNS yang disediakan oleh provider ISP seringkali kinerjanya lebih lambat bila dibandingkan DNS server milik Google dan OpenDNS. (Definisi lambat disini adalah saat pencarian (lookup) alamat website di internet)
Maka untuk mengatasi masalah diatas kita perlu mengganti setting default DNS Server ISP dengan alamat DNS Server lain seperti Google Public DNS ataupun OpenDNS.

Merubah DNS juga bisa dilakukan bagi orangtua yang ingin membatasi internet dirumahnya supaya anak tidak bisa mengakses situs porno dengan mengganti Setting DNS-nya dengan DNS Nawala.

Berikut cara merubah setting DNS server di Windows 7 dan Windows XP

Untuk mengubah Setting DNS di Windows 7

  • Masuk ke Control Panel | Network and Internet | Network Connections

Gambar Control Panel di Windows 7

  • Akan muncul daftar network adapter yang terinstall di komputer anda.
    Pengguna internet di rumah dan kantor biasanya harus merubah setting Local Area Connection sedangkan pengguna Laptop/Notebook/Modem 3G akan menggunakan Wireless Network Connection.
  • Klik kanan Local Area Connection atau Wireless Network Connection dan pilih Properties.

Setting DNS Server di Windows 7

  • Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) dan klik tombol properties

Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) Properties

  • Isi kotak isian “Use the following DNS server Addresses”:
    (Infoteknologi.com mengisinya dengan DNS dari Google, untuk DNS lain lihat di bagian akhir artikel)

Preferred DNS server: 8.8.8.8
Alternate DNS server: 8.8.4.4

  • Tekan Tombol OK untuk menyimpan pengaturan DNS.

Untuk merubah Setting DNS Server di Windows XP

  • Masuk ke  Control Panel | Network Connections
  • Klik kanan Adapter (Local Area Connection atau Wireless Network) lalu pilih Properties

Setting DNS di Windows XP

  • Pilih Internet Protocol (TCP/IP) klik tombol Properties, lalu pada “Use the following DNS server Addresses” isikan Preferred dan Alternate DNS server dengan DNS Server Google atau OpenDNS.
  • Simpan setting DNS dengan menekan tombol OK

Ada bermacam-macam DNS Server yang umum digunakan dan terbukti kecepatan dan keamanannya, berikut daftarnya:

DNS Google (Google Public DNS) :

  • 8.8.8.8
  • 8.8.4.4

OpenDNS :

  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220
  • 208.67.222.220
  • 208.67.220.222

DNS Nawala:

  • 180.131.144.144
  • 180.131.145.145

Norton DNS:

  • 198.153.192.1
  • 198.153.194.1

Disable autorun di Windows 7, XP dan Vista

Fungsi Autorun di Windows seringkali menjadi pintu masuk virus ke komputer atau laptop, jadi mematikan fungsi autorun merupakan hal yang harus dilakukan untuk mengamankan komputer.

Berikut Cara Disable Autorun di Windows

  • Klik Start > Run, ketik “gpedit.msc” dan tekan Enter. Masuk ke Computer Configuration Administrative Templates Windows Components Autoplay Policies kemudian pilih “Turn off Autoplay”

screenshot gpedit.msc

  • Untuk mematikan Autoplay pilih Enabled, lalu pilih All Drives bila ingin mematikan semua fungsi autoplay di semua media termasuk harddisk, atau pilih CD-ROM and removable media drives untuk mematikan autoplay hanya di CD ROM dan Flashdisk.

Disable autoplay di windows

  • Sedangkan bila ingin mengembalikan fungsi autorun, pilih Disabled

Kadang mematikan autorun / autoplay dengan cara diatas masih bisa diakali oleh virus untuk menjalankan autoplay di komputer anda.

Ada cara lain yang lebih efektif, yaitu mematikan fungsi autoplay diseluruh media penyimpanan dengan mematikan fungsi file autorun.inf melalui windows registry.

Download file berikut dan jalankan di Windows anda, bila ada pilihan untuk memasukkan data ke registry tekan Yes.

Kedua cara disable autorun / autoplay diatas dapat digunakan untuk mematikan autoplay di Windows XP, Vista, dan 7.

Setting RemoteApp / Seamless Application di Windows 7 Virtual PC

Cara Setting Remoteapp di virtual PC

Pada artikel “Setting Windows Virtual PC & XP Mode di Windows 7“ InfoTeknologi menjelaskan bahwa program Windows Virtual PC versi terbaru tidak lagi memerlukan prosessor yang mendukung teknologi Hardware Virtualization.

Pertanyaan kemudian muncul dari salah seorang pembaca yang menanyakan bagaimana cara mengaktifkan fitur RemoteApp / Seamless Application di Windows Virtual PC supaya applikasi di OS virtual dapat langsung dijalankan dari desktop Windows 7, maka artikel ini pun dibuat supaya dapat memperjelas.

Cara setting RemoteApp / Seamless Application di Virtual PC:

remote app dan seamless application di VPC
  • Setelah itu di Settings di bagian Integration Features, aktifkan pilihan yang ada.
setting remote apps di VPC untuk XP mode
  • Masih di halaman Settings aktifkan juga pilihan Auto Publish (Untuk membuat shortcut otomatis di Windows 7 setelah anda menginstall program di OS Virtual, lokasi shortcut akan terdapat di  Start menu, All Programs, Windows Virtual PC

Yang perlu diperhatikan untuk penggunaan fitur RemoteApp:

  • OS Virtual yang didukung untuk menggunakan fitur “RemoteApp” hanya Windows XP Professional SP 3, Windows Vista Enterprise SP 1, Windows Vista Ultimate Service Pack 1, Windows 7 Enterprise, atau Windows 7 Ultimate (telah saya test di Windows Server 2003 dan tidak bisa digunakan)
  • Fitur Remote App cocok untuk aplikasi perkantoran, mengetik, dan sejenis yang tidak kompatibel dengan Windows 7, namun tidak bisa digunakan untuk aplikasi seperti game 3D. (Karena fitur ini pada dasarnya hanya menggunakan Remote Desktop, sehingga resource yang digunakan adalah yang terinstall dan terkonfigurasi di Virtual PC bukan resource komputer host)
  • Beberapa aplikasi saat diinstall di OS Virtual tidak otomatis menaruh shortcut di Windows 7 sehingga shortcut applikasi harus dibuat secara manual (Drag and drop shortcut dari OS Virtual ke %systemdrive%Documents and SettingsAll UsersStart MenuPrograms)
  • Bila ingin menggunakan aplikasi yang terinstall di OS Virtual PC dari Windows 7, pastikan Microsoft Virtual PC sedang tidak aktif.

Setting Windows Virtual PC & XP Mode di Windows 7

Install Windows Server 2003 di Virtual PC

Baru-baru ini perusahaan tempat penulis bekerja akan mengupgrade program ERP (Infor SL 8.01), setelah server telah dibeli ternyata program ERP membutuhkan Operating System minimal Windows Server 2003 atau Windows Server 2008.

Karena itu saya berpikir menjadikan Laptop sebagai test server, tapi saya dihadapkan pilihan untuk menghapus salah satu OS di Laptop (Ubuntu 9.10, Windows XP, atau Windows 7) karena tidak tersedia lagi partisi harddisk kosong.

Pusing memikirkan bahwa saya harus menginstal kembali program-program di OS yang saya hapus, maka saya berpaling untuk menginstall Virtual PC. Namun saat akan men-”download Virtual PC 2007″ saya mengingat bahwa Windows 7 memiliki Windows Virtual PC yang mensyaratkan prosessor sudah mendukung AMD-V atau Intel-VT, sementara prosessor  di Laptop tidak memiliki fitur tersebut (Intel T4200).

Untungnya setelah membaca artikel di situs Microsoft, telah terdapat patch yang membuat Windows Virtual PC dapat dijalankan di prosessor yang tidak memiliki fitur Intel-VT.

Hal ini tentu membuat prosesor laptop saya dapat digunakan untuk menginstall Windows VPC, yang akhirnya  membuat saya tidak jadi mendownload Virtual PC 2007 dan akhirnya beralih mendownload Windows Virtual PC.

Alas, setelah selelesai didownload ternyata OS yang didukung VPC hanya Windows XP, Vista dan Win7. Tapi karena sudah terlanjur, akhirnya tetap dipaksakan untuk menginstall Windows Server 2003 dan untungnya OS dapat tetap dijalankan.

Cara Setting Windows Virtual PC dan XP Mode :

  • Buat terlebih dahulu OS anda dengan cara Start Menu > Windows Virtual PC > Create virtual Machine atau Download Windows XP SP3 dari situs Virtual PC Microsoft.
  • Beri nama Virtual machine dan tentukan lokasi penyimpanan file Virtual machine
Tutorial install Virtual PC di Windows 7
  • Setting ukuran RAM yang akan dialokasikan ke VPC dan pilih “Use computer network connections” supaya VPC dapat mengakses internet ataupun jaringan LAN. Tekan Next.
Setting Memory Virtual PC
  • Buat virtual hard disk, beri nama dan tentukan lokasi penyimpanannya. Tekan tombol Create.
Setting harddisk di Virtual PC
  • Jalankan Virtual Machine yang baru dibuat, tetapi pastikan dahulu CD Windows sudah dimasukkan supaya  proses instalasi VPC dapat dimulai.
  • Bila sudah selesai maka komputer anda sudah bisa menjalankan Microsoft Virtual PC terlepas apapun prosesor yang terinstall di komputer.
Screenshot Virtual PC di Windows 7

Info Teknologi juga sudah menginstall XP Mode dilaptop dan dapat mengkonfirmasi bahwa fitur “XP Mode” dapat dijalankan meskipun prosessor tidak support. Dan berdasarkan informasi dari Microsoft perbedaan kecepatan saat menjalankan Microsoft Virtual PC dengan atau tanpa prosessor berfitur AMD-V / Intel-VT tidak akan berbeda jauh.

Keunggulan Microsoft Virtual PC dibanding Virtual PC 2007 :

  • Share resource dan devices (printer, audio, clipboard, smart card) antara OS Virtual dan Host OS.
  • Disket, perangkat USB, CD/DVD Rom dapat dideteksi di Operating System Virtual.
  • Total 2 x ukuran RAM video dari Virtual PC 2007 ( dari 8 MB menjadi 16 MB)
  • Fungsi Autorun saat Windows baru dijalankan
  • Program-program yang ada pada OS Virtual dapat dijalankan langsung dari Windows 7 (Remote App), sehingga tampilan layar program akan terbuka di Windows 7 bukan di OS Virtual (OS tertentu yg didukung). Untuk penjelasan lebih lanjut bisa lihat di artikel Setting RemoteApp / Seamless Aplication Di Windows 7 Virtual PC

Menginstall Printer di Ubuntu Melalui Jaringan LAN

Menginstall atau menambahkan printer yang berada di komputer lain (network printer) dalam satu jaringan lokal (LAN) sama mudahnya dengan menginstall printer tersebut seolah-olah ada disamping kita (lokal).
Dalam tutorial ini saya menggunakan printer Canon IP1980 milik kantor yang jaraknya sekitar 8 meter-an dari meja saya. Saya terhubung dengan printer tersebut melalui PC Windows yang bertindak sebagai print server dalam LAN.

Sebelum anda melanjutkan membaca dan mencoba tutorial ini, ada baiknya anda membaca cara menginstall printer Canon IP1980 di Ubuntu, karena jika dirunut, ini adalah tahap keduanya.

Baik, saya asumsikan anda sudah menginstall driver untuk printer Canon IP1980 ini.Saya juga mengasumsikan anda sudah bisa berbagi file dalam jaringan (install paket samba jika belum).

Langkah Pertama anda adalah membuka dialog untuk menambahkan printer.
Klik menu System >> Administration > Printing

Add Printer DialogMenambah Printer Baru

Selanjutnya klik ikon Add.

Langkah Kedua, Menambahkan Printer.
Cara menambahkannya adalah klik untuk meng-expand pilihan pada Network Printer. Pilih jenis Windows Printer via Samba. Jika anda sudah tahu alamat pastinya, langsung saja di ketik di field tersedia setelah tulisan smb://

add samba printerMenambahkan Printer Jaringan Samba

Jika anda tidak tahu alamat pastinya. Klik tombol browse.
Selanjutnya akan muncul komputer-komputer yang berada dalam satu jaringan dengan anda. Yang harus anda ingat adalah, anda tahu nama komputer di mana printer tersebut terhubung. Anda harus sabar, karena prosesnya agak lama, apalagi jika jumlah PC yang terhubung banyak :-(

find printer on lanMenemukan Printer Yang Terhubung di PC dalam Jaringan

Nah, seperti pada gambar di atas, printer Canon IP1980 itu terhubung di PC dengan nama ERNI-PC dan di sharing dengan nama CanoniP1. Oya, sekedar menegaskan, laptop saya tu yang namanya LUNA, itu loh.
Sekarang, pilih printer yang dimaksud dan klik OK.

Jika anda ingin memastikan printer tersebut bisa diakses, klik saja tombol verify. Opsi login bisa diisikan jika memang diperlukan.

Jika sudah cukup, tekan tombol Forward. Kita akan menambahkan driver untuk printer ini.

Langkah Ketiga, Menginstall Driver Yang Sesuai
Selanjutnya adalah menambahkan driver printer. Jika anda sudah mengikuti tutorial menginstall printer Canon IP1980 di awal tutorial ini, anda tidak akan kesulitan menemukan driver printer ini.

mebambahkan file ppd yang sesuaiMenginstall driver ppd yang sesuai

Seperti pada dialog di atas, jika printer anda sudah ada di dalam database, anda bisa memilihnya. Jika tidak ada di dalam database dan anda memiliki drivernya, pilih opsi Provide PPD file, dan klik untuk mem-browse ke lokasi file tersebut.

Untuk file PPD Canon IP1980 letaknya di direktori /usr/share/ppd, seperti pada gambar ini

provide PPD fileMengarahkan ke lokasi file PPD

Pilih file tersebut.

Selanjutnya klik tombol Forward untuk maju ke tahap akhir. Memberikan deskripsi printer.

Memberikan Deskripsi PrinterMemberikan Deskripsi Printer

Silahkan diberi nama yang keren sesuka anda. Jika sudah selesai, jangan lupa klik tombol Apply.

Selanjutnya silahkan di test dengan mencetak Print Test Page

Menginstall Printer Canon iP1980 di Karmic

Panduan ini untuk menjawab problem rekan-rekan yang kebingungan saat menginstall driver printer Canon iP1900 di Ubuntu. Panduan ini juga bisa digunakan untuk anda yang menggunakan ubuntu versi sebelum Ubuntu 9.10 Karmic Koala.

Langsung saja, langkah demi langkah instalasinya:

  1. Download driver printer iP1900 dari link berikut http://software.canon-europe.com/products/0010647.asp
  2. Ekstrak file yang anda dapatkan, milik saya iP1900_debian_printer.tar, hasilnya file cnijfilter-common-xx dan cnijfilter-iP1900series-xx dan satu paket cnijfilter-common-xx-tar.gz
  3. Install paket deb-nya menggunakan dpkg melalui terminalsudo dpkg -i *.debatau satu-satu menggunakan gdebi dengan urutan cnijfilter-common pertama.
  4. Nyalakan printer Canon iP1980 anda dan colokkan ke PC/Laptop
  5. Jalankan System > Administration > Printing, tambahkan printer baru dengan mengklik New
  6. Wizard akan mendeteksi dan bahkan, jika anda menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic, anda tidak perlu mengklik apapun, cukup colokkan printer yang sudah menyala, tiba-tiba anda mendapatkan pesan di pojok kanan atas anda (tray), bahwa printer sudah siap digunakan! Wah, cool!

Bahasan selanjutnya untuk anda yang mengalami masalah instalasi dengan dependensi libcupsys2 dan yang menggunakan Ubuntu AMD 64.

Problem libcupsys2 di Karmic

Biasanya, untuk ubuntu versi sebelum 9.10/Karmic (yang masih menggunakan libcupsys2 – di Karmic, libcupsys2 diganti libcups), relatif tidak ada masalah.

Jika anda menggunakan Ubuntu 9.10, install paket libcupsys2 sebelum mengginstall driver printer. Paket libcupsys2 dapat anda download dari http://security.ubuntu.com/ubuntu/pool/universe/c/cups/libcupsys2_1.3.9-17ubuntu3.1_all.deb.

Problem di Ubuntu 9.10 AMD 64 (Karmic 64 Bit)

Ada satu lagi masalah yang cukup membingungkan, karena ketidaktahuan saya mengenai opsi perintah dpkg. Driver printer yang saya download (dan akan anda dapatkan) hanya tersedia untuk arsitektur i386 (32 bit), jadi untuk anda yang menggunakan versi 64 bit, harus menginstall dengan opsi –force-architecture, selengkapnya:

sudo dpkg –force-architecture -i cnijfilter-xxx

Ok, itu saja dari saya, semoga bermanfaat.

Resources (many thanks for you all there):
http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1305248

Tips upgrade komputer

Gambar komputerSetelah anda memutuskan untuk mengupgrade komputer atau laptop lama anda, kebanyakan dari kita hanya ingin langsung menggunakan komputer baru tersebut dan menghempaskan komputer lama.
Jangan terburu-buru, lagipula di PC lama anda pasti ada data dan dokumen yang harus anda pindahkan ke PC baru.
Tips berikut harus dilakukan bila anda ingin proses upgrade dari komputer lama ke komputer baru berjalan dengan baik.
Dengan melakukan langkah-langkah berikut akan mempengaruhi performa, stabilitas, dan menghindari kesulitan di masa depan.

1. Back Up Data Komputer

Langkah pertama dalam upgrade komputer baru yaitu anda harus membuat backup data dari komputer lama anda untuk kemudian ditransfer / dicopy kekomputer baru. (Dengan asumsi anda tidak membeli komputer baru karena harddisk komputer lama anda rusak atau tidak dapat digunakan lagi)

Gunakan harddisk eksternal, flash disk, atau DVD-R sebagai media backup; kemudian folder baru di drive misalnya dengan nama Backup PC lama dan kemudian copy file-file berikut dari komputer lama:

1. Backup file musik, foto, dan video.

2. Selanjutnya, Backup dokumen Anda. Jika Anda menyimpan semua dokumen di folder My Documents, tugas anda akan lebih mudah. Tapi jika tidak, kamu harus mencari dan menyisir semua dokumen yang anda simpan melalui Windows Explorer di komputer lama untuk menemukan semua dokumen penting dan kemudian mengcopynya ke hard drive eksternal.

3. Jalankan browser internet anda, dan kemudian eksport bookmark anda ke drive external. Akan lebih mudah bila anda menggunakan browser yang sudah menggunakan fitur sinkronisasi bookmarka seperti Opera, Chrome dan Firefox 4; yang perlu anda lakukan hanya perlu login dengan username dan password yang sama di komputer baru anda, dan otomatis bookmark anda akan terimport.

4. Jalankan semua software atau program yang memiliki aktivasi seperti Photoshop, Nero, atau iTunes lalu non-aktifkan licensenya supaya anda bisa menggunakan license tersebut di komputer baru anda.
Catat pula semua applikasi anda yang menggunakan aktivasi dengan serial number dan simpan di file text.

5. Copy file-file instalasi program (setup applikasi) yang ada di harddisk lama anda, sehingga anda tidak perlu lagi repot mendownloadnya di komputer baru.

6. Pertimbangkan juga untuk membackup data-data lain seperti data email Outlook (alamat e-mail & Inbox), wallpaper ataupun file save game anda.

Hal ini mungkin akan memakan waktu dan juga membosankan tetapi backup tersebut juga dapat anda gunakan sewaktu-waktu bila dikemudian hari komputer anda terkena virus ataupun mengalami kerusakan hard disk.

2. Bersihkan dan Optimalkan Komputer baru

Saat anda membeli komputer baru, kebanyakan akan sudah terinstall dengan software atau applikasi yang kurang penting atau tidak anda butuhkan, beberapa diantaranya bahkan akan memperlambat komputer anda.
Untuk mengatasinya masuk ke Control Panel – Programs and Features lalu uninstall applikasi seperti toolbar, pemutar multimedia, Antivirus, dan program berjenis Trial (Shareware).
Hapus yang kira-kira anda tidak perlukan, bila ragu untuk menghapusnya catat nama program tersebut dan cari tahu fungsi software tersebut di Google dan apakah berguna untuk anda.

Gambar Add remove program di Control panel

Di beberapa PC Branded banyak terinstall software untuk update driver dan utility secara otomatis di komputer baru, sebaiknya applikasi tersebut jangan diuninstall; meskipun kedepannya dapat diuninstall bila dirasa tidak perlu.

3. Update Driver dan Software

Meskipun PC baru Anda sudah terinstall dengan OS, bukan berarti driver dan utility yang ada didalamnnya sudah menggunakan yang terbaru dan tanpa masalah.
Kunjungi website merk komputer anda (bila branded) lalu cari/download driver yang terbaru kemudian install di komputer baru anda. (biasanya akan ada di bagian Support section)
Tapi bila komputer anda adalah komputer rakitan (jangkrik), tugas anda menjadi sedikit lebih sulit karena anda harus mengupdate driver dengan langsung mengunjungi situs manufaktur hardware PC anda satu-persatu, lupakan CD/DVD driver bawaan karena biasanya driver yang tersedia adalah versi lama.
Menjaga driver selalu terupdate akan membuat PC anda bebas masalah dan mempercepat kinerja hardware bawaan, jadi sebaiknya langkah ini jangan dilewati.

4. Setting Komputer

Pastikan setting komputer sesuai dengan keinginan anda dan mempermudah penggunaannya secara keseluruhan, satu diantaranya adalah setting User Account Control (sistem keamanan di Windows) untuk mengaturnya masuk ke Control Panel – User Accounts, lalu klik Change User Account Control Settings. Sebaiknya pilih setting yang minimum, jangan dinonaktifkan sepenuhnya.

Layar setting User Account Control
Setting lain seperti menampilkan extensi file juga bisa dihidupkan, masuk ke Windows Explorer klik menu Organize di kiri atas, pilih Folder and search options. Kemudian pilihtab View dan bersihkan pilihan Hide extensions for known file types. Beberapa setting lainnya di tab ini juga dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan anda.

5. Install Software

Install software yang sebelumnya ada di komputer lama dan yang hanya anda butuhkan.
Beberapa software yang infoteknologi.com rekomendasikan untuk komputer baru anda adalah software seperti Chrome, Firefox, iTunes, Winamp, K-Lite, Winzip, 7-Zip, CCleaner, IDM, Avast Antivirus.

Setelah menginstall software yang freeware, anda harus menginstall software berbayar seperti Microsoft Office, Adobe Photoshop, dan juga game yang sebelumnya ada di komputer lama anda. Pastikan anda mengaktifkan license ataupun menginput serial number yang sebelumnya sudah anda simpan di langkah sebelumnya.

5. Copy data Backup

Langkah terakhir adalah mengcopy semua data dan dokumen yang sebelumnya anda simpan di Flasdisk / harddisk eksternal ke komputer baru anda.
Ini juga saat yang tepat untuk anda untuk mengatur, dan memilah data-data anda sehingga lebih rapi.

Meskipun tips dan trik upgrade komputer diatas akan cukup memakan waktu, yakinlah bahwa hal ini akan berguna dan akan menghindari anda dari masalah yang akan temui di masa depan bila anda tidak menjalankan tips ini.

Note: Bila anda belum memutuskan spesifikasi komputer yang tepat sebagai pengganti komputer lama, silahkan baca artikel Panduan membeli laptop atau notebook baru

Membuat Hotspot (dengan Ad hoc) menggunakan Wi-Fi Laptop di Windows XP

Pada artikel sebelumnya Infoteknologi menulis cara untuk Membuat Hotspot (tanpa Ad hoc) menggunakan Wi-Fi Laptop yang bisa digunakan pada Windows 7.

Namun Infoteknologi melihat banyak dari kita masih menggunakan sistem Windows XP, sehingga apa salahnya kalau dijelaskan juga cara membuat hotspot dengan menggunakanAd hoc.

Berikut cara membuat koneksi Hotspot didalam Windows XP:

  • Masuk ke Control Panel > Network Connections
  • Klik kanan Wireless adaptor anda, lalu pilih Properties
  • Pilih Tab Wireless Network, lalu pilih Add. Akan muncul gambar berikut.
Cara Setting Hotspot di Windows XP
  • Klik kotak “This is a computer-to-computer (ad hoc)…..” dan bersihkan pilihan kotak The key is provided for me automatically, lalu isi SSID dengan nama bebas.
  • Pada Network key dan Confirm network key isikan 13 karakter password. Lalu tekan OK.
  • Akan kembali ke Layar sebelumnya, lalu pilih tab Advanced
Setting Internet Sharing buat HotspotWireless Network Properties di Control Panel
  • Pada tab Advanced pilih kotak Allow other network users to connect through this computer internet connection. Setelah itu tekan OK. Selesai.
  • Setelah koneksi komputer / laptop sudah kita buat, maka yang perlu dilakukan hanya menyambungkannya dengan komputer/laptop lain.
Icon Wireless Network
  • Klik kanan ikon wireless network, lalu pilih “View Available Wireless Networks”
jaringan Hotspot di Windows XP
  • Jendela Wireless Network akan muncul dan menampilkan koneksi yang terdeteksi oleh system, namun bila koneksi belum terdeteksi klik Refresh network list
Screenshot Konfirmasi password Hotspot di Windows XP
  • Masukkan password yang sudah ditentukan sebelumnya, tekan Connect.

Sekian tutorial cara membuat Hotspot tanpa menggunakan Access Point dan router (ad hoc) didalam Windows XP.

Untuk Windows Vista dan Windows 7 caranya lebih mudah, silahkan lihat post Membuat Hotspot di Windows 7 dan Vista menggunakan Wi-Fi Laptop.